-->

Presiden Prabowo Targetkan Listrik Aceh Pulih Satu Pekan, Akui Tantangan Berat di Lapangan

Revin Safi’i
14 Des 2025, 09:40 WIB Last Updated 2025-12-14T02:40:54Z
Presiden Prabowo saat Meninjau Bencana Alam di Langkat, Sumut | Foto : Yt Sekretariat Presiden 
KOMINFORMA, LANGKAT – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa pemulihan aliran listrik di wilayah terdampak bencana di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh, masih menghadapi tantangan yang berat. Meskipun demikian, ia menargetkan agar aliran listrik di daerah bencana tersebut dapat kembali normal dalam waktu sekitar satu pekan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan infrastruktur.

"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap ya. Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua bekerja keras," ujar Prabowo di Lanud Soewondo, Sumatera Utara, Sabtu (13/12)

Presiden menjelaskan bahwa keterlambatan pemulihan listrik disebabkan oleh kondisi fisik wilayah yang masih tergenang air.

Sejumlah area masih terdampak banjir, sehingga menghambat perbaikan jaringan dan pemasangan kabel listrik. "Masalah listrik tidak secepat yang kita harapkan, karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih harus kita atasi," katanya.

Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN menargetkan Tower Emergency Brandan-Langsa, yang menghubungkan Banda Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatra, dapat pulih pada Minggu, 14 Desember 2025.

Hingga 11 Desember 2025, progres pemulihan kelistrikan di Aceh baru mencapai 36 persen. Sementara itu, pemulihan kelistrikan di wilayah lain menunjukkan hasil yang lebih cepat: Sumatera Utara telah pulih 99,8 persen pasca-longsor susulan, dan Sumatera Barat dilaporkan sudah menyala 100 persen sejak 5 Desember 2025.
Komentar

Tampilkan