![]() |
| John Vera, Kader gaek PDI Perjuangan Pacitan |
KOMINFORMA, PACITAN — Ketua terpilih DPC PDI Perjuangan Pacitan periode 2025–2030, Heru Setyanto, sebelumnya menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan berpolitik di atas landasan kebenaran serta mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak pada rakyat.
Dalam pernyataannya saat doa bersama dan tasyakuran pengurus baru, Heru menyebut prinsip ajaran Bung Karno, Satyam Eva Jayate (kebenaran pasti menang), akan menjadi napas perjuangan politik PDI Perjuangan Pacitan.
“Kami meyakini bahwa ketika berpolitik di atas kebenaran dan kejujuran, PDI Perjuangan akan tetap kuat dan dipercaya rakyat,” ujar Heru, Kamis (25/12).
Heru juga menegaskan sikap partainya terhadap pemerintahan daerah. Menurutnya, PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan yang pro-rakyat, namun tidak akan memberi ruang pada penyimpangan maupun pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat.
Namun pernyataan tersebut mendapat tanggapan keras dari kader senior PDI Perjuangan Pacitan, John Vera Tampubolon. Ia menilai bahwa dalam realitas beberapa tahun terakhir, khususnya pasca-Pemilu 2024, PDI Perjuangan Pacitan justru mengalami kemunduran ideologis.
“PDIP Pacitan kehilangan roh perjuangannya kepada kepentingan rakyat,” tegas John. Sabtu (27/12)
Menurut John, sikap politik PDI Perjuangan Pacitan yang memilih bergabung dengan pemerintahan Aji–Gagarin, alih-alih mengambil posisi oposisi atau penyeimbang yang terhormat, menunjukkan kecenderungan pragmatis.
“Sikap politik ini tidak mencerminkan partai ideologis. Kita justru menjadi pengekor, bahkan bisa disebut pecundang dalam kalkulasi politik,” ujar John.
John juga menyinggung hubungan politik PDI Perjuangan Pacitan dengan partai pemenang, Demokrat. Ia menilai posisi PDIP hanya berujung sebagai pelengkap kekuasaan.
“PDIP akhirnya hanya menjadi makcomblang politik. Ini menimbulkan luka dan kekecewaan, terutama bagi kader-kader senior yang berjuang sejak awal,” kata John.
Ia mengaitkan penurunan suara PDI Perjuangan di sejumlah kecamatan pasca-Pemilu 2024 dengan sikap politik tersebut. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan semakin jauhnya partai dari roh kerakyatan.
John menekankan bahwa PDI Perjuangan seharusnya berani mengambil posisi oposisi yang patriotik demi menjaga kualitas demokrasi, sebagaimana sejarah perjuangan partai di masa lalu.
“Partai ini dulu besar karena keberaniannya membela rakyat, bukan karena mengekor kekuasaan,” pungkas John.


