-->

Prabowo Usulkan Ponakan Jadi Dupeti BI, Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Mundur dari Partai

Revin Safi’i
21 Jan 2026, 05:46 WIB Last Updated 2026-01-21T03:01:21Z
Thomas Djiwandono 
KOMINFORMA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi terkait status keanggotaan Thomas Djiwandono di partai setelah namanya dicalonkan sebagai Deputi  Bank Indonesia (BI). Mengingat aturan ketat bank sentral yang melarang pejabatnya berafiliasi dengan partai politik, posisi Thomas sebagai Bendahara Umum Gerindra dipastikan telah berakhir.

​Prasetyo menegaskan bahwa Thomas telah memenuhi seluruh prasyarat yang ditetapkan untuk menduduki posisi di BI, termasuk melepas status kader partai.

​"Sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Selasa (20/1/).

Alasan Penunjukan oleh Presiden

​Menteri Sekretaris Negara ini juga mengakui adanya pertimbangan khusus dari Presiden Prabowo Subianto dalam mengusulkan nama Thomas sebagai calon Deputi BI. 

Meskipun tidak memerinci alasan tersebut, ia menekankan bahwa pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan yang matang dari beberapa kandidat yang ada.

​"Ya ada alasan tertentu, kan ada beberapa nama, kenapa fokusnya ke situ," tambah Prasetyo.

​Nama Thomas Djiwandono sendiri masuk dalam bursa calon bersama dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Ketiganya diusulkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung.

​Isu 'Tukar Guling' Jabatan

​Di tengah proses pencalonan ini, muncul kabar mengenai potensi pertukaran posisi antara Thomas dan Juda Agung. Beredar spekulasi bahwa jika Thomas lolos uji kelayakan di DPR RI, maka Juda Agung akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas.

​Namun, Prasetyo Hadi dengan tegas membantah adanya kesepakatan "tukar guling" jabatan tersebut untuk saat ini. "Kok tukar guling. Belum," tandasnya
Komentar

Tampilkan