![]() |
| Ilustrasi |
KOMINFORMA, PACITAN – Perhelatan pemilihan Ketua KONI Pacitan yang digelar Desember 2025 lalu tampaknya masih menyisakan residu. Kontestasi yang berakhir dengan selisih lima suara itu kembali menjadi perhatian publik seiring mencuatnya polemik terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Pacitan.
Dalam pemilihan tersebut, Baginda Rahardian memperoleh 20 suara dan unggul atas Citra Margaretha yang meraih 15 suara. Meski kalah, Citra menegaskan dirinya legowo menerima hasil pemilihan tersebut.
Citra menyatakan sejak awal niatnya mengikuti kontestasi Ketua KONI Pacitan bukan semata soal kalah atau menang, melainkan keinginan untuk mendorong kemajuan daerah melalui bidang olahraga.
Hal tersebut, menurut Citra, dibuktikan pasca pemilihan. Ia justru membentuk cabang olahraga baru yang sebelumnya belum ada di Pacitan, yakni PORDI. Seluruh kebutuhan pembiayaan, mulai dari operasional hingga pengadaan peralatan, disebut ditanggung secara mandiri menggunakan dana pribadi.
“Setelah pemilihan selesai, saya tetap bergerak. Saya ingin berkontribusi nyata untuk olahraga Pacitan,” ujar Citra kepada redaksi.
Namun demikian, Citra mengaku menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh Baginda Rahardia. Ia menilai langkah-langkah yang diduga menghambat penerbitan SK PORDI Pacitan mencerminkan sikap yang tidak semestinya ditunjukkan oleh seorang Ketua KONI terpilih sekaligus anggota DPRD.
Menurut Citra, seorang pimpinan olahraga daerah seharusnya memberikan dukungan ketika ada pihak yang memiliki niat berkontribusi positif bagi kemajuan daerah, bukan justru menghadirkan intrik yang dinilainya tidak sehat.
Isu tersebut mencuat setelah Citra menyampaikan kepada redaksi bahwa dirinya menerima telepon dari Sekretaris PORDI Provinsi. Dalam percakapan itu, Citra mengaku mendapat informasi bahwa Ketua KONI Jawa Timur dan Ketua PORDI Jawa Timur telah dihubungi oleh Baginda Rahardia dengan permintaan agar SK PORDI Pacitan tidak diberikan kepadanya.
“Baginda menelpon Ketua KONI Jatim dan Ketua PORDI Provinsi untuk meminta agar SK PORDI Pacitan di-hold dan tidak diberikan ke saya,” ujar Citra kepada pihak redaksi. (2/1)
Menanggapi hal itu, setelah dikonfirmasi pihak redaksi, Baginda Rahardian membantah adanya upaya penjegalan terhadap penerbitan SK PORDI Pacitan.
“Ndak lah, masa iya nolak. Kalau bergabung banyak cabor ya alhamdulillah. Kita tidak punya kewenangan menghambat atau tidak menerbitkan SK, itu kewenangan Ketua Domino Provinsi,” ujar Baginda saat dikonfirmasi. (2/1)
Baginda juga menegaskan hubungannya dengan Citra dalam kondisi baik. “Aku sama Citra lho baik-baik aja,” pugkasnya


