KOMINFORMA, PACITAN - Musim hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Pacitan mulai memberikan dampak serius bagi sektor pertanian.
Salah satu petani yang merasakan dampaknya adalah Hartoyo (33), petani cabai asal Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan, yang mengeluhkan serangan penyakit layu pada tanamannya.
Kondisi ini diduga kuat terkait dengan curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan kelembaban tanah meningkat dan menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum.
Jamur ini menyebabkan daun menguning, layu, dan bisa berujung pada kematian tanaman.
"Sejak minggu lalu, seluruh bagian tanaman mulai layu, termasuk daun, bunga, dan buah," keluh Hartoyo saat ditemui pada Minggu (02/11).
Untuk menanggulangi penyebaran, Hartoyo mengaku telah melakukan beberapa upaya pengendalian. Selain memperbaiki jalur drainase agar air lancar dan tidak menggenang, ia juga menyemprotkan fungisida secara rutin seminggu sekali.
Meski upaya telah dilakukan, ia memperkirakan akan mengalami penurunan hasil panen yang signifikan. Terkait kondisi ini, Hartoyo menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian agar lebih sering memberikan penyuluhan langsung ke masyarakat.
“Kami butuh pengetahuan terbaru tentang cara mengendalikan penyakit layu (fusarium) ini, mungkin ada varietas bibit yang lebih tahan air, atau ada metode pengobatan yang lebih efektif dan terjangkau yang belum kami ketahui,” pungkas Hartoyo.


