![]() |
| Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia |
KOMINFORMA, PACITAN - Usai menggelar dialog interaktif yang membahas pro dan kontra wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD pada Sabtu (10/01), Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pacitan kini menyatakan sikap resminya.
DPC GMNI Pacitan dengan tegas menolak wacana Pilkada melalui DPRD dan menilai bahwa meskipun masih sebatas diskursus, wacana tersebut merupakan alarm serius bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menegaskan bahwa Pilkada langsung merupakan salah satu manifestasi penting dari prinsip kedaulatan rakyat yang tidak boleh direduksi atas nama efisiensi, pragmatisme politik, maupun dalih teknokratis lainnya.
“Pilkada langsung adalah jantung demokrasi lokal. Mereduksi hak rakyat dengan dalih efisiensi atau alasan teknokratis bagi kami merupakan bentuk kemunduran demokrasi. Ketika hak memilih rakyat dilemahkan, maka arah demokrasi itu sendiri yang dipertaruhkan” ujar Dela pada awak media, Kamis (15/01).
GMNI Pacitan berpandangan bahwa alasan efisiensi anggaran dan persoalan politik uang tidak dapat dijadikan pembenaran untuk memangkas hak politik rakyat. Justru, permasalahan tersebut harus dijawab dengan perbaikan sistem, penegakan hukum, dan penguatan partisipasi publik, bukan dengan menarik kembali hak memilih dari tangan rakyat.
Lebih lanjut, Dela juga menyampaikan sikap skeptis yang rasional dan proporsional terhadap wacana tersebut.
"Kita harus jujur mengakui, pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat saja masih menghadapi banyak persoalan integritas. Namun solusinya bukan dengan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi. Demokrasi seyogyanya tidak diselamatkan dengan cara meminggirkan rakyat, tetapi dengan memperkuat kontrol dan kesadaran politiknya,” tegas Dela.
Menurut GMNI Pacitan, wacana Pilkada melalui DPRD ini merupakan sinyal peringatan agar seluruh elemen masyarakat sipil tidak lengah.
“Hari ini mungkin masih wacana, tetapi justru di tahap inilah kewaspadaan harus dibangun. Ini adalah sinyal bagi kita semua untuk memperkuat fungsi check and balance, menjalankan kontrol sosial, dan memastikan bahwa demokrasi tetap berpihak pada rakyat, bukan pada segelintir elit” lanjut Dela.
DPC GMNI Pacitan menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam menjaga demokrasi, mengawal kedaulatan rakyat, serta mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda dan mahasiswa, untuk tidak apatis terhadap arah kebijakan politik nasional dan lokal.
"Demokrasi bukan hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang harus terus dijaga", pungkas Dela.


