Polres Wonogiri

Polres Wonogiri

Heboh! Wakil Ketua DPR RI Sebut MBG Gak Perlu Ahli Gizi, Cukup Lulusan SMA yang Ikut Sertifikasi?

Revin Safi’i
17 Nov 2025, 15:51 WIB Last Updated 2025-11-17T09:21:37Z
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal. Foto : IG Pribadi @cucunsyasurijal

KOMINFORMA, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal, menjadi sorotan publik setelah video pernyataannya yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memerlukan ahli gizi viral di media sosial. Pernyataan kontroversial tersebut muncul saat konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenugan Gizi (SPPG) MBG se-Kabupaten Bandung belum lama ini .

Dalam cuplikan video yang diunggah akun tiktok @hudadv pada Minggu (16/11), seorang perempuan yang diduga ahli gizi sedang menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam program MBG.

Ia menyoroti maraknya perekrutan non-ahli gizi untuk mengisi posisi ahli gizi pada SPPG MBG. Sebagai solusi, ia mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) dapat bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan SDM ahli gizi. 

Selain itu, ia juga menekankan perlunya ahli sanitasi di setiap SPPG MBG untuk memastikan kebersihan makanan. Namun, sebelum selesai menyampaikan gagasannya, perempuan tersebut diinterupsi oleh Cucun Syamsurijal. Cucun kemudian melontarkan pernyataan keras yang dialamatkan kepada ahli gizi tersebut.

“Bapak-ibu sekalian, saya nggak suka anak muda rogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara Undang-undang, pembuat kebijakan itu saya,” ujar Cucun.

Cucun bahkan mengancam akan mengambil langkah kebijakan untuk menghilangkan kebutuhan akan ahli gizi formal dalam program tersebut. “Nanti Bapak-Ibu sekalian diboikot mereka dengan kesombongan seperti ini, sorry Republik ini bukan milik ahli gizi,” ungkapnya.

Ia kemudian menyampaikan rencananya untuk menggelar rapat dengan BGN agar diksi "Ahli Gizi" yang diperlukan pada SPPG MBG diubah menjadi "Pengawas Gizi", sehingga persyaratan pendidikan ahli gizi formal tidak lagi diperlukan.

Menurut Cucun, program MBG tidak memerlukan Persagi dan para ahli gizi yang berpendidikan tinggi. Ia mengklaim bahwa semua orang dapat menjadi ahli gizi hanya dengan mengikuti pelatihan singkat.

“Nanti tinggal Ibu Kadinkes melatih orang, bila perlu di sini kabupaten punya anak-anak yang fresh graduate, anak SMA cerdas-cerdas, dilatih tiga bulan, kasih sertifikasi, saya siapkan BNSP untuk sertifikasi, tidak perlu seperti kalian yang sombong seperti ini,” pungkas Cucun.
Komentar

Tampilkan