![]() |
| Ngaji Tani 2 GMNI Pacitan |
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang didominasi oleh masyarakat anggota Kelompok Tani (Poktan) setempat.
Ketua DPC GMNI Pacitan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dela Prastisia, menyampaikan bahwa giat Ngaji Tani lahir dari kesadaran akan tanggung jawab moral mahasiswa untuk tetap dekat dengan rakyat dan persoalan desa, khususnya di sektor pertanian.
“Kami menilai bahwa seyogyanya mahasiswa tidak boleh berjarak dengan rakyat dan persoalan desa, terutama yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian,” ujar Dela.
Ia kemudian menambahkan bahwa persoalan pertanian selama ini masih kerap dipahami secara sempit.
“Sering kali persoalan pertanian berhenti di lahan; kita bicara soal menanam, merawat, dan panen, tapi jarang membahas ke mana hasil itu dibawa, bagaimana harga ditentukan, dan siapa yang paling diuntungkan. Padahal dari lahan sampai ke pasar itu satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan,” imbuhnya.
Dalam diskusi ini, GMNI Pacitan menghadirkan dua narasumber yang mengulas strategi peningkatan ekonomi desa. Paryanto, penggerak ekonomi pedesaan, dalam pemaparannya menekankan pentingnya kreativitas masyarakat dalam mengelola lahan serta keberanian melakukan regenerasi dan membaca tren pasar.
“Masa depan desa ada pada tangan masyarakat yang mampu membaca peluang. Kita harus mulai mendorong regenerasi petani muda dan mengoptimalkan lahan dengan tanaman yang memiliki pangsa pasar jelas, seperti porang yang saat ini sangat potensial,” tuturnya
Sementara itu, narasumber kedua yakni Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, S.Sos., M.Pa., menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan pemahaman ekonomi digital di sektor pertanian.
“Ekonomi hari ini sudah bergeser ke arah digitalisasi. Masyarakat kita harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai mana hasil tani yang bernilai ekonomis tinggi. Jika kita paham peluang pasar, maka kesejahteraan masyarakat akan jauh lebih terjamin,” tutur Arif di hadapan peserta.
Selain diskusi dan pembekalan pengetahuan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama GMNI Pacitan dengan Puskesmas Jeruk sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa.
Lebih lanjut, melalui giat Ngaji Tani 2 ini, GMNI Pacitan berharap forum diskusi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata di tingkat desa dan diharapkan dapat mendorong masyarakat agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu membaca peluang pasar dan memperkuat posisi tawar hasil pertanian.
Ke depan, Ngaji Tani diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mendorong pengelolaan pascapanen dan distribusi secara lebih mandiri dan berkeadilan di Kabupaten Pacitan.


