![]() |
| Thomas Djiwandono |
Prasetyo menegaskan bahwa Thomas telah memenuhi seluruh prasyarat yang ditetapkan untuk menduduki posisi di BI, termasuk melepas status kader partai.
"Sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai," ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Selasa (20/1/).
Alasan Penunjukan oleh Presiden
Menteri Sekretaris Negara ini juga mengakui adanya pertimbangan khusus dari Presiden Prabowo Subianto dalam mengusulkan nama Thomas sebagai calon Deputi BI.
Meskipun tidak memerinci alasan tersebut, ia menekankan bahwa pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan yang matang dari beberapa kandidat yang ada.
"Ya ada alasan tertentu, kan ada beberapa nama, kenapa fokusnya ke situ," tambah Prasetyo.
Nama Thomas Djiwandono sendiri masuk dalam bursa calon bersama dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Ketiganya diusulkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Juda Agung.
Isu 'Tukar Guling' Jabatan
Di tengah proses pencalonan ini, muncul kabar mengenai potensi pertukaran posisi antara Thomas dan Juda Agung. Beredar spekulasi bahwa jika Thomas lolos uji kelayakan di DPR RI, maka Juda Agung akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas.
Namun, Prasetyo Hadi dengan tegas membantah adanya kesepakatan "tukar guling" jabatan tersebut untuk saat ini. "Kok tukar guling. Belum," tandasnya


