-->

Pemkab Pacitan Luncurkan Program “Sekolah Sak Ngajine”, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal

Redaksi
12 Mar 2026, 11:21 WIB Last Updated 2026-03-12T04:21:18Z
Khemal Pandu Pratikna

KOMINFORMA, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan resmi meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) sebagai upaya mengintegrasikan pembelajaran madrasah diniyah ke dalam kegiatan sekolah formal. (11/3)

Peluncuran program tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya yang memperlihatkan kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan deklarasi program SSN. 

Dalam unggahan tersebut, Pandu menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah. 

“Alhamdulillah bersama Bapak Bupati Pacitan Pemkab Pacitan melalui Dinas Pendidikan Pacitan Launching Program Sekolah Sak Ngajine (SSN).” 

Ia menerangkan bahwa melalui program tersebut, pembelajaran madrasah diniyah akan diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar di sekolah formal. 

“Pemerintah Kabupaten Pacitan meluncurkan, Program Sekolah Sak Ngajine (SSN) Integrasi Sekolah Madrasah Diniyah. Melalui program ini madrasah diniyah akan masuk Sekolah dalam pembelajaran sekolah formal seperti pembelajaran lainnya. Seperti belajar baca Al Quran, pelajaran fiqih dan lain sebagainya.” 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Luqman Harist Dimyati. Ia menekankan pentingnya program tersebut bagi penguatan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. 

“Dalam kesempatan ini Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, K.H. Luqman Harist Dimyati (Gus Luqman) menekankan pentingnya program SSN ini karena selaras dengan fitrah dasar umat Islam sendiri. Karena tidak dipungkiri, masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca kitab sucinya. Padahal kitab suci Al quran adalah firman Allah yang menjadi sumber semua ilmu di dunia.” 

Peluncuran Sekolah Sak Ngajine sendiri dirangkaikan dengan kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang diisi dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah formal di Kabupaten Pacitan. 

Program ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi para pelajar di Pacitan. Selain itu, integrasi madrasah diniyah ke sekolah formal juga diharapkan dapat menjadi model penguatan pendidikan religius di lingkungan pendidikan daerah.
Komentar

Tampilkan