-->

Peringati Dies Natalis Ke-72 GMNI Unang Bagikan Puluhan Paket Sembako di Desa Maindu

Revin Safi’i
16 Mar 2026, 16:58 WIB Last Updated 2026-03-16T09:58:30Z
Baksos "Sentuhan Marhaen" DPK GMNI Unang
KOMINFORMA - TUBAN Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Sunan Bonang (Unang) Tuban menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Sentuhan Marhaen” di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban pada Minggu (15/03).

Dengan mengusung tema “Gerakan Bersama Marhaenis.” kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke-72 sekaligus memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa kepada masyarakat, GMNI Unang Tuban menyalurkan puluhan paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Maindu

Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Fikri Yudin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari asas perjuangan GMNI yang berpihak kepada rakyat kecil atau kaum marhaen.

“Sentuhan Marhaen ini kami laksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke-72 dan momentum Ramadhan dengan membagikan sembako kepada 25 rumah warga di Desa Maindu,” ujar Ahmad.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan seluruh pengurus, kader, dan anggota GMNI Universitas Sunan Bonang Tuban. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua DPC GMNI Tuban, Luluk Widianto.

Sementara itu, Ketua DPK GMNI Unang Tuban, Ain Nur Rochman, menyampaikan bahwa kegiatan Sentuhan Marhaen merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat rasa empati mahasiswa terhadap kondisi masyarakat,” jelas Rochman.

Ketua DPC GMNI Tuban, Luluk Widianto, turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh GMNI Komisariat Unang Tuban. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi nilai perjuangan GMNI.

“Kegiatan seperti ini sangat baik dan perlu terus dilanjutkan karena memaknai asas perjuangan GMNI, yaitu turun ke rakyat dan berjuang bersama rakyat,” tutur Luluk.

Ia berharap kegiatan Sentuhan Marhaen dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi kader GMNI untuk tetap menjaga marwah organisasi serta terus hadir di tengah masyarakat
Komentar

Tampilkan