Kalila

Kalila

Affan Dilindas Barracuda, GMNI Pacitan Kecam Polri: Slogan Presisi Hanya Topeng, Nyawa Rakyat Jadi Taruhan

Redaksi
29 Agu 2025, 10:58 WIB Last Updated 2025-08-29T03:58:37Z
Dela Prastisia beserta segenap jajaran DPC GMNI Pacitan

KOMINFORMA, PACITAN — DPC GMNI Pacitan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis kepolisian saat aksi massa di Jakarta pada 28 Agustus 2025. Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menilai tragedi itu bukan sekadar insiden, melainkan bukti nyata masih kuatnya watak represif aparat di Indonesia. 

Dalam pernyataannya, Dela menegaskan bahwa tindakan aparat sudah keluar dari fungsinya sebagai pelindung rakyat. Ia menyebut kematian Affan memperlihatkan bagaimana negara kerap gagal menunjukkan keberpihakan pada kemanusiaan. 

“Kami mengecam keras dan mengutuk segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian. Peristiwa yang menewaskan Affan adalah bukti bahwa negara kerap abai terhadap kemanusiaan. Aparat yang seharusnya menjaga, justru menjadi pihak yang mencelakai. Ironis, ketika institusi yang mengusung jargon ‘Presisi’ justru berkali-kali menunjukkan sikap ngawur yang jauh dari presisi itu sendiri,” ujarnya dengan tegas. (29/8)

Lebih jauh, Dela menyoroti pola berulang di tubuh kepolisian yang cenderung menutup-nutupi kesalahan. Menurutnya, praktik pengaburan fakta hanya akan memperlebar jarak antara polisi dan masyarakat. Karena itu, ia mendesak agar tragedi Affan diusut secara transparan. 

“Kasus ini harus diusut tuntas secara adil dan terbuka. Jangan lagi ada pengaburan fakta yang kerap dijadikan tameng. Jika Polri masih ingin dipercaya, slogan ‘Polri untuk Masyarakat’ tidak boleh berhenti sebatas jargon, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam sikap yang humanis dan beradab,” imbuhnya. 

Meski begitu, keraguan tetap ia ungkapkan. Dela mengaku publik semakin sulit percaya pada Polri, sebab terlalu sering institusi tersebut mengulang kesalahan serupa. 

“Memang sulit bagi publik untuk kembali percaya kepada institusi kepolisian yang berulang kali menciderai hati rakyat. Sebuah lembaga yang terus mengulang kesalahan pada akhirnya hanya akan dikenang sebagai penyebab nestapa, bukan pengayom,” tegasnya. 

Selain mengkritik pusat, ia juga memberikan peringatan kepada aparat di daerah, termasuk di Pacitan. Dela menekankan pentingnya aparat keamanan untuk menjaga perannya sebagai pengayom masyarakat, bukan justru menjadi ancaman. 

“Kami berharap tragedi serupa tidak terjadi di Kabupaten Pacitan. Aparat keamanan harus hadir sebagai pengayom, bukan algojo yang menebar ketakutan,” jelasnya. 

Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk tidak diam menghadapi praktik kekerasan negara. Dela juga menyampaikan solidaritas penuh kepada massa aksi di Jakarta yang tengah menuntut keadilan atas tragedi ini. 

“Kami menyampaikan dukungan penuh kepada kawan-kawan yang saat ini sedang melakukan demonstrasi di Jakarta. Aksi mereka adalah wujud keberanian dalam menuntut keadilan. Solidaritas harus terus digelorakan, sebab hanya dengan cara itu rakyat bisa melawan praktik kekerasan negara,” tandasnya. 

DPC GMNI Pacitan pun memastikan komitmennya untuk selalu berdiri bersama rakyat, menolak kekerasan negara, dan menyerukan agar tragedi kemanusiaan seperti ini tidak lagi terulang.
Komentar

Tampilkan